INDIVIDU, KELUARGA DAN MARYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA DAN MARYARAKAT
Pertumbuhan individu
Individu adalah segala tingkah laku yang dilakukan berdasarkan dirinya sendiri baik dalam lingkungan social maupun lingkungan pribadinya. Individu juga dilatarbelakangi oleh berbagai hal salah satunya adalah dimana ia berada sekarang, karena hal tersebut sangat berpengaruh pada dirinya sendiri. Berkembangnya sifat individu manusia juga dikarenakan pertumbuhan.
Secara ilmiah pertumbuhan adalah pertambahan jumlah dan ukuran yang bersifat tidak dapat kembali tetapi pengertian pertumbuhan bagi manusia adalah dimana bertambahnya/perubahan sifat manusia menuju kearah pendewasaan. pertumbuhan manusia juga dapat didasari oleh berbagai factor yang dialaminya.
Factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu diantaranya adalah:
• Pendirian Nativistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
• Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
• Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme yaitu Interaksi antara dasar dan linkunagan dapat menentukan pertumbuhan individu.
• Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi.

Fungsi keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan yang dilakukan dalam keluarga tersebut.
Macam-macam fungsi keluarga diantaranya:
1. Fungsi biologis : yaitu supaya setiap orangtua dapat mengajarkan hal-hal yang baik tentang bagaimana seseorang dapat membina hubungan rumah tangga yang baik sehingga nantinya dapat berdampak baik bagi lingkungan mereka.
2. Fungsi pemeliharaan: yaitu supaya setiap keluarga berusaha menjaga anggota keluarganya dari gangguan-gangguan luar.
3. Fungsi ekonomi: yaitu keluarga dapat menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia.
4. Fungsi keagamaan: yaitu supaya setiap keluarga dapat menjalankan fungsi-fungsi agama sesuai aturan yang berlaku.
5. Fungsi social: yaitu supaya setiap orangtua mengajarkan nilai-nilai social supaya kelak anak-anak mereka dapat bersosialisasi antar manusia dengan baik.

Individu,keluarga dan masyarakat
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Di dalam perkembangan individu seseorang, keluarga banyak sekali berperan di dalam membentuk jati diri seseorang.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu:
1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpngkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buas pada saat itu. Kaum pria melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan di laut, menebang pohon, berladang dan berternak. Sedangkan kaum wanita melakuakan pekerjaann yang ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak ,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.
2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Perbedaan kelompok masyarakat non industri dan masyarakat industri:
1) Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih akrab. Kelompok primer ini juga disebut kelompok “face to face group”, sebab para anggota sering berdialog bertatap muka. Sifat interaksi dalam kelompok primer adalah kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
b. Kelompok sekunder
Antaran anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi, pembagian kerja, antaranggota kelompok diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasiomnal dan objektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas berdasarkan kemampuan dan keahlian tertentu, disamping itu dituntut pula dedikasi.
2) Masyarakat Industri
Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis juga menjadi ciri dari bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan pekerja dengan majikan menjadi lebih nyata dan timbul konflik-konflik yang tak terhindarkan, kaum pekerja membuat serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah.
Hubungan antara individu , keluarga dan masyarakat
Makna individu adalah tiap-tiap orang merupakan pribadi yang khas menurut kepribadiannya termasuk kelebihan dan kelemahannya.
Makna keluarga adalah kelompok primer yang penting di dalam masyarakat. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan social yang mempunyai sifat tertentu dimana dalam satuan masyarakat manusia.
Makna masyarakat adalah dimana manusia mempunyai tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama antar manusia.
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat adalah lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu melakukan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Proses terjadinya urbanisasi adalah:

A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian yang semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa

Nama: christin marta damayanti
Kelas: 1ka05
Npm: 11110582

By christin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s